JAM PELAYANAN DINAR PRABU 07.00-17.00 WIB.
1.Bebas inflasi-Tumbuh 28%/tahun. 2. Mudah Dijual belikan 3.Aman, bersertifikat LM

Tampilkan postingan dengan label e-Book. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label e-Book. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 November 2009

The Dollar Meltdown

The Dollar Meltdown (Penguin Group, NY 2009) adalah judul buku karya Charles Goyette yang mendapatkan perhatian luas di Amerika akhir-akhir ini; sampai anggota congress senior negeri itu yang punya perhatian khusus pada moneter Ron Paul memberikan catatannya yang berbunyi : “ Goyette telah melakukan pekerjaan hebat dalam menjelaskan mengapa Amerika menuju krisis finansial hebat kedepan, dan mengajari strategi yang masuk akal bagi warga Amerika untuk melindungi diri dan keluarganya. Saya percaya buku ini wajib dibaca (bagi warga Negara Amerika)”.


Buku yang terdiri dari empat Bab ini terus terang juga menarik bagi saya – meskipun isinya sendiri tidak banyak yang baru – karena mayoritas pokok-pokok pemikirannya juga sudah saya tulis di situs ini dalam dua tahun terakhir, jauh sebelum buku ini terbit.



Dua bab Pertama banyak membahas dengan detil tentang krisis finansial yang terjadi selama dua tahun terakhir, bagaimana terjadinya, upaya-upaya bailout yang dilakukan pemerintah yang dianggapnya gagal dan justru membuat blunders, tumpukan hutang yang menggunung dan semakin menggunung (dalam bahasa penulis disebut : First there is a mountain…then there is a bigger mountain) yang akhirnya nanti akan membawa kepada kebangkrutan.



Bab III menguraikan dengan jelas tentang prediksi penulis akan masa depan ekonomi Amerika yang di representasikan dengan US Dollar-nya. Menurut si Goyette ini, kemungkinan besar terjadi (likely scenarios) bahwa US$ akan runtuh hanya dalam beberapa tahun mendatang.


Mengenai timing-nya ini, Goyette menjelaskan keberulangan sejarah. Dollar yang kita kenal sekarang adalah Dollar yang tidak lagi dikaitkan dengan emas – ini merupakan pengingkaran Amerika atas perjanjian yang digagasnya sendiri yaitu Bretton Woods Agreement. Amerika terpaksa melepaskan kaitan uangnya dengan emas secara resmi tahun 1971 setelah didahului oleh kebangkrutan ekonomi akibat membiayai perang yang tidak bisa dimenangkannya – yaitu Perang Vietnam.


Hal serupa kini sudah terjadi selama bertahun-tahun; Amerika menguras sumber-sumber keuangannya untuk membiayai The Three Trillion Dollar War (bahkan konon dana yang dikeluarkan telah membengkak menjadi US$ 4 – 5 trilyun), berupa perang iraq yang tidak memberi manfaat pada bangsa Amerika sendiri.

Dia mengibaratkan kondisi yang dihadapi oleh Dollar saat ini sebagai sebuah kereta yang diberi nama Dollar/Debt Express (DDE). Kereta ini berjalan dengan sangat kencang pada rel buntu yang menuju pada satu arah yaitu tempat rongsokan; sudah sangat terlambat sekarang untuk bisa mengurangi kecepatan kereta, apalagi mengerem-nya. Benturan yang sangat keras akan segera terjadi pada tikungan yang akan dilaluinya – yaitu ketika kereta Dollar/Debt Express ini harus bertabrakan dengan realitas ekonomi.

Kereta akan musnah karena dia melaju pada dua rel kehancuran. Rel pertama namanya fiscal policy, dan rel kedua bernama monetary policy. Fiscal policy menyangkut kebijakan anggaran yang ditempuh pemerintah yang boros dan mengeluarkan uang tidak pada tempatnya – seperti perang Iraq diatas, sedangkan monetary policy menyangkut apa yang dilakukan oleh Federal Reserve – yang keduanya mendorong supply uang kertas yang terus bertambah.

Ketika supply uang sangat banyak, namun kepercayaan di pasar sudah runtuh oleh berbagai kasus seperti real estate bubble yang memicu credit contraction dua tahun terakhir; maka uang tersebut sejatinya tidak menggerakkan sector riil. Maka selanjutnya yang akan terjadi adalah apa yang disebut stagflation – stagnation and inflation.

Ekonomi tidak tumbuh, otomatis lapangan kerja tidak tersedia – uang dicetak banyak tetapi tidak bisa diperoleh oleh masyarakat – dan kalau masyarakat-pun akhirnya mendapatkan uang tersebut – uang ini memiliki daya beli yang rendah karena inflasi yang sangat tinggi.

Yang terjadi selanjutnya lagi menurut penulis adalah The Crack-up Boom atau ledakan kehancuran; dimana penulis mengambil kata-kata dari ekonom besar Ludwig von Mises untuk menggambarkannya sebagai berikut :

“Masyarakat akhirnya akan sadar pada suatu fakta bahwa inflasi adalah kebijakan yang disengaja (deliberate policy) yang akan terus berulang tiada akhir (go on endlessly); ketika ledakan kesadaran ini muncul serentak, semua orang ingin secepatnya menukar uang yang dipegangnya dengan benda riil – tidak perduli mereka membutuhkannya atau tidak, tidak perduli pula berapa banyak uang kertas yang mereka butuhkan untuk ditukarkan ke benda riil tersebut.

Dalam waktu yang sangat singkat, dalam bilangan minggu atau bahkan hari, apa yang dahulunya disebut sebagai uang, kini tidak lagi berlaku sebagai alat tukar. Uang kertas telah menjadi kertas bekas, yang orang tidak lagi mau menukar barang apapun dengan kertas bekas ini.

Inilah yang sudah pernah terjadi di Amerika tahun 1781 dengan uang Continental, di Perancis tahun 1796 dengan uang Territoriaux dan dengan uang Mark Jerman pada tahun 1923. Kejadian serupa akan terjadi lagi bila kondisi yang sama muncul”.

Setelah menulis prediksi yang mengerikan di Bab III tersebut; penulis menghibur bangsa Amerika di Bab IV yaitu solusi menghadapi krisis ini. Apa yang dia sarankan ?; tidak sulit menduganya; dia menyarankan untuk melindungi asset diri dan keluarga hendaknya warga Amerika berinvestasi pada emas, perak, minyak, bahan-bahan kebutuhan pokok seperti produk pertanian dan sejenisnya.

Dalam kesimpulan akhirnya penulis ini juga menjelaskan prediksinya akan uang alternatif yang kedepannya akan sangat dominan perannya yaitu apa yang dia sebut sebagai Digital Gold Currency; yang dia jadikan contoh adalah GoldMoney yang sudah mulai ada di pasar sejak tahun 2001. Sayang si penulis nampaknya belum mengenal M-Dinar ; kalau seandainya dia sudah mengenal M-Dinar ini, dia akan tahu betapa dekat prediksi dia dengan realita di hampir seluruh penjuru dunia.

Isi buku karya Charles Goyette ini memang sangat dekat dengan pemikiran utama di GeraiDinar.com; bukan karena kami nyontek dia (karena tulisan-tulisan kami lahir lebih dulu dari tulisan dia !), bukan pula sebaliknya dia nyontek pemikiran kami (kecil sekali kemungkinannya dia membaca dan memahami geraidinar.com !) ; tetapi adalah karena sifat kebenaran yang fitrah.

Ketika kami mengungkapkan kebenaran dari sudut pandang keIslaman kami yang berasal dari Qur’an dan Hadits (misalnya Riba yang pasti dihancurkan Allah – QS 2 : 276) ; orang lain yang menkaji kebenaran berdasarkan ilmunya dengan jujur seperti Charles Goyette – kemungkinan besarnya memang akan berkesimpulan yang sama dengan kesimpulan kami tersebut.

Jadi kalau di AlQur’an sudah dikabarkan bahwa Riba akan dihancurkan oleh Allah (QS 2 :276), kemudian secara ilmiah oleh Charles Goyette juga disimpulkan yang sama bahwa Dollar nan ribawi akan hancur – maka apakah kita masih akan percayai US Dollar ? , maukah kita naik kereta Dollar/Debt Express menuju tempat yang namanya The Crack-up Boom ? Saya rasa tidak. Wa Allahu A’lam.

Senin, 26 Oktober 2009

Dinar & Dirham



buku dengan judul Mengembalikan Kemakmuran Islam dengan Dinar & Dirham yang ditulis oleh Muhaimin Iqbal - Pendiri dan Pengelola GeraiDinar ini antara lain mengulas :
  • Sejarah mata uang
  • Politik ekonomi dan uang dunia
  • Problem yang ditimbulkan oleh uang kertas
  • Bukti-bukti sejarah bahwa uang harusnya adalah emas dan perak atau Dinar dan Dirham
  • Pandangan Fiqih kontemporer tentang uang
  • Tahap-tahap kembalinya Dinar & Dirham
  • Aplikasi dinar di jaman modern dan peran teknologi
  • dan hal-hal mendasar lainnya
Terbit dengan Hard Cover 234 halaan, Full color.

Dinar Solution







 
Aslinya buku ini diberi judul  oleh penulisnya “Perencanaan Finansial Berbasis Dinar – Panduan Praktis Untuk keluarga Muslim Modern”;  Namun melihat aplikasinya yang sangat dekat dan nyata dalam membentengi Keluarga Muslim dari korban krisis financial global yang melanda dunia dewasa ini, maka penulis sepakat dengan penerbit untuk membuat judul yang ringkas dan relevan dengan situasi  yang ada yaitu  DINAR SOLUTION atau Dinar Sebagai Solusi.
 
Sebagai solusi perencanaan  keuangan Islami yang tidak hanya sebatas usia kita hidup di dunia, buku ini antara lain membahas tentang :
 
  • Pentingnya perencanaan financial bagi pribadi muslim dan keluarganya.
  • Tanggung jawab muslim terhadap diri dan keluarganya.
  • Dinar sebagai alat perencanaan keuangan yang adil dan akurat.
  • Proses perencanaan financial berbasis Dinar dan aplikasinya
  • Aplikasi bentuk investasi berbasis Dinar.
  • Panduan memilih usaha yang paling pas utnuk ditekuni sampai akhir hayat.
  • Zakat untuk harta muslim kontemporer.
  • Agar harta tidak menjadi beban di Akhirat : Wakaf, Hibah dan Wasiat.
  • Agar harta tidak menjadi musibah bagi ahli waris : Al –Fara’idh – Pembagian Warisan Dalam Islam.
 
Buku yang ditulis dalam ‘timeline’ usia kita ini, diharapkan dapat membantu persiapan menghadapi masa tua dan persiapan untuk akhirat yang waktunya tak terbatas…
Buku Ini dapat dibeli dengan Dinar (0.050 Dinar) dengan Dirham (2 Dirham) atau dengan Rupiah Rp 60,000,-

Dinar Money

Price per Unit (piece): Call for Pricing

sk a question about this product


Seluk beluk investasi Emas dan khususnya Dinar Emas, sebenarnya sudah lumayan komplit saya ulas di blog GeraiDinar.Com. Ada lebih dari 240 artikel sudah selesai saya tulis di dalamnya. Artikel-artikel tersebut insyaaallah cukup dapat memenuhi keingin tahuan masyarakat tentang investasi Dinar Emas ini.
Namun karena penetrasi internet belum menjangkau banyak kalangan, maka yang sudah membaca blog saya secara tuntas rata-rata memang netters yang sehari-harinya melototi internet. Bagi masyarakat yang awam di internet, informasi yang komplit dan gratis ini nyaris tidak sampai ke mereka.
Atas alasan inilah maka buku ini saya terbitkan. Buku yang oleh penerbitnya (Gema Insani Press – GIP) diberi judul Dinar, The Real Money ini berisi kumpulan artikel-artikel saya di GeraiDinar.Com. Dengan terbitnya buku ini diharapkan masyarakat lebih luas akan dapat ikut mengetahui seluk beluk Dinar Emas yang bisa jadi merupakan solusi dari berbagai krisis yang sedang melanda dunia saat ini.

Sengaja saya tulis apa adanya seperti yang ada diblog, agar masyarakat yang tertarik membaca lanjutan atau update-nya – tinggal buka blog www.geraidinar.com - dan tinggal memilih artikel yang diminati.
Buku ini saya susun dalam enam bagian diluar Kata Pengantar. Bagian pertama Tentang Uang Kertas dan Masalahnya. Tulisan-tulisan didalamnya adalah untuk menggambarkan berbagai masalah yang dihadapi oleh rezim uang kertas di berbagai belahan dunia tidak terkecuali Indonesia.
Bagian kedua Tentang Dinar; dari artikel-artikel didalamnya masyarakat dapat mengenal kembali uang Dinar Emas Islam yang dipakai umat ini sepanjang sejarah.

Bagian ketiga Tentang Dinar dan Investasi; karena di Indonesia Dinar Emas belum dianggap sebagai ‘alat tukar’ – maka dalam mengenalkan kembali Dina Emas kepada umat – pendekatan investasi ini yang kita pakai. Seluk beluk investasi dengan Dinar Emas dapat dibaca dari sejumlah artikel di bagian ini.
Bagian keempat Entrepreneurship dan Pengelolaan Harta; sebagai instrumen investasi Dinar Emas hanya kami perkenalkan sebagian investasi no 2. Nomor satunya tetap usaha di sector riil yang berjalan dengan baik; maka sejumlah artikel kami gabungkan di bagian ini untuk mendorong usaha sektor riil ini.

Bagian kelima tentang Politik Ekonomi; tidak bisa tidak ketika kita membahas masalah investasi khususnya Dinar Emas – ini tidak bisa dipisahkan dari berbagai issue politik global yang mempengaruhinya. Agar masyarakat menyadari akan hal ini, maka sejumlah artikel kami kumpulkan di bagian ini.

Bagian terakhir Krisis Finansial dan Solusinya; berbagai tulisan saya sejak awal tahun ini memang sudah mengulas issue-issue muthakhir yang sekarang dihadapi oleh bangsa-bangsa di dunia. Tulisan-tulisan tersebut diharapkan dapat memberikan perpektif lain dalam melihat krisis yang sedang terjadi.
 
beli1dinar2